Friday, December 30, 2016

Tujuan Manusia Diciptakan

Tujuan Manusia Diciptakan


?????? ????? ????? ???? ???????

????? ????????? ????? ?????????? ???????????????? ???????????????? ???????????????? ?????????? ??????? ???? ???????? ??????????? ?? ?????????? ???????????? , ???? ???????? ????? ????? ??????? ????, ?????? ?????????? ????? ??????? ???? , ?????????? ???? ??? ?????? ?????? ????? ???????? ??? ???????? ???? ?????????? ????? ?????????? ???????? ????????????. ??????????? ?????? ?????????? ????????? ???????? ??????? ????? ?????????? ????????????
????? ????? ???????? ?????? ???? ???????? ??????? ???? ???????????? ??????????? :

??? ???????? ????????? ??????? ???????? ??????? ????? ????????? ???? ?????????? ?????? ?????????? ???????????.

???????????, ????? ?????????? ????? ??????, ?????? ????????? ??????? ?????????? ????????????? ???????????? ?????????? ???????????? ???????????.

?????? ??????:

Bapak-bapak, ibu-ibu, adik-adik, serta hadirin sidang sholat tarawih yang dimulyakan Allah.


Alhamdulillah, kembali kita memuji dan bersyukur kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Di kesempatan yang mulia ini kembali pula Allah Subhanahu wa Ta’ala mempertemukan kita kepada bulan Suci Ramadhan, bulan yang penuh berkah, bulan dimana didalamnya ada satu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Bukan karena dunia yang mengumpulkan kita. Bukan karena senasab atau bukan karena satu keturunan kita bertemu di tempat yang penuh berkah ini. Tapi kita bertemu karena mencari ridho Allah Subhanahu wa Ta’ala dan merealisasikan perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala.


Shalawat dan salam senantiasa kita sanjungkan kepada junjungan kita, Nabi Besar Muhammad SAW yang telah menunjukkan kita jalan terang menuju kebahagiaan dunia dan akhirat, berupa keimanan dan keyakinan agama Islam.


Hadirin yang dimuliakan Allah…

Tujuan penciptaan manusia berbeda dengan makhluk yang lain. Manusia diciptakan untuk suatu tujuan yang sangat mulia yaitu untuk beribadah kepadanya, dimana dalam hal ini Allah SWT berfirman:
 ????? ???????? ???????? ????????? ?????? ?????????????.

Artinya : “Dan tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk menyembah-Ku”. (QS. adz-Dzaariyat: 56)

Imam Nawawi rahimahullah dalam menafsirkan ayat tersebut berkata bahwa: ayat ini secara jelas menerangkan kepada kita bahwa manusia diciptakan untuk beribadah, maka wajib bagi setiap manusia memperhatikan tujuan tersebut dan berpaling dari kemewahan dunia yang disertai zuhud, karena dunia adalah negeri fana bukan negeri yang kekal dan abadi. Dunia adalah tempat persinggahan bukanlah tempat yang kekal untuk dihuni selama-lamanya.

Didalam Hadits Rasulullah SAW bersabda:
?????????? ??????? ?????? ?????? : ????????? ?????? ???????? ?? ????????? ?????? ???????? ?? ??????? ?????? ???????? ?? ????????? ?????? ???????? ?? ????????? ?????? ????????.

Artinya : “Jagalah lima perkara sebelum datang yang lima perkara: masa mudamu sebelum datang masa tuamu, waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu, masa kayamu sebelum datang masa miskinmu, waktu senggangmu sebelum datang waktu sempitmu, masa hidupmu sebelum datang waktu kematianmu.” (HR. Bukhori)

Didalam hadist tersebut diatas dikatakan:
1.        "Pergunakan masa mudamu sebelum datang masa tuamu". Masa muda hendaklah dipergunakan sebaik-baiknya untuk mencapai kebaikan, kesuksesan, dan keberhasilan, karena masa mudalah kita mempunyai ambisi, keinginan dan cita-cita yang ingin kita raih, bukan berarti masa tua mneghalangi kita untuk tetap berusaha mencapai keinginan kita, tapi tentulah usaha masa tua akan berbeda halnya dengan usaha saat kita masih muda. Maka dari itu masa muda hendaklah diisi dengan berbagai kegiatan yang bermanfaat hingga tidak menyesal di kemudian hari.

2.        "Pergunakan masa luangmu sebelum datang masa sibukmu". Disini kita dianjurkan untuk menghargai waktu, agar bisa diisi dengan hal-hal yang bermanfaaat baik untuk diri sendiri maupun orang lain. Misalnya, menengok saudara ketika ada kesempatan sebelum kesibukan menghampiri kita, hingga tidak sempat lagi untuk sekedar mengunjungi kerabat.

3.        "Pergunakan waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu". Hal ini juga anjuran agar kita senantiasa waspada pada segala kemungkinan yang sifatnya diluar prediksi manusia, seperti halnya sakit. Sakit disini bukan sebatas sakit jasmani, tapi juga sakit rohani. Maka ketika kita sehat jasmani-rohani, hendaknya kita senantiasa mempergukannya untuk hal-hal yang bermanfaat tanpa mengulur-ngulur waktu.

4.        "Pergunakanlah waktu kayamu sebelum datang waktu miskinmu". Tidak terlalu jauh berbeda dari penjelasan di atas, ketika kekayaan ada pada kita, baik itu berupa materi atau lainnya, maka hendaknya kita memanfaatkannya sebaik-baiknya, jangan menghambur-hamburkan.

5.        "Pergunakan hidupmu sebelum datang matimu". Yang terakhir ini merupakan cakupan dari empat hal diatas. Ketika kita diberi kehidupan maka hidup yang diberikan pada kita itu sebenarnya merupakan kesempatan yang tiada duanya. Karena kesempatan hidup tidak akan datang untuk kedua kalinya. Kehidupan harus dijalani sesuai tuntutan kemaslahatannya.

Lima hal itu merupakan inti misi dan visi hidup manusia, karena kunci kesuksesan itu terletak pada bagaimana kita "mempergunakan kesempatan dengan sebaik-baiknya". Mempergunakan kesempatan adalah bentuk pasrah pada upaya & usaha, bukan pada hasil. Prinsip pasrah pada upaya & usaha akan membentuk jiwa yang teguh, tegar, kuat, dan tidak mudah putus asa. Bila suatu saat upaya kita belum menghasilkan target yang kita harapkan, maka kita tidak lantas putus asa, karena kewajiban kita adalah berupaya. Sebagaiman firman Allah SWT :
?? ????????? ??????? ??????? ?????? ????????? ????? ??? ???????? ??????????? ??? ???????????.

Artinya : “Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya”. (QS Al-Baqarah : 286)


Hadits di atas juga memiliki makna yang dalam bagi kita tentang menjaga nikmat-nikmat Allah SWT yang pada intinya nikmat-nikmat tersebut tidak bisa dipisahkan dengan waktu. Ketahuilah bahwa umur manusia yang dijalaninya selama hidup di dunia ini adalah seperti musim bercocok tanam sedangkan hasil panennya akan dia petik di akhirat, maka boleh jadi apa yang ditanamnya selama di dunia ini tidak membuahkan hasil yang baik disebabkan mereka tidak bercocok tanam dengan benar, laksana tanaman yang dimakan hama wereng.

Oleh karena itu tidaklah pantas bagi seorang muslim menyia-nyiakan waktunya dan mempergunakan harta kekayaannya kepada perkara-perkara yang tidak ada faedahnya.

Seseorang yang tidak mengerti dengan nilai dari waktu akan timbul penyesalan dari dalam dirinya ketika ia berada dalam beberapa keadaan, diantaranya:

1.        Ketika manusia menghadapi sakaratul maut
Ketika masa ini telah datang, maka barulah manusia menyadari betapa penting dan tingginya nilai waktu tersebut, karena tidak lama lagi dia akan meninggalkan dunia yang fana ini dan akan menuju kampung akhirat, disaat ini terlintas dalam benak/fikiran manusia alangkah baiknya kalau sekiranya Allah SWT memberi tangguh umurnya beberapa saat saja supaya dia bisa beramal sebanyak-banyaknya dan memperbaiki amal perbuatannya sebelum ajal menjemputnya.

2.        Ketika telah berada di Akhirat.
Semua apa yang dijanjikan Allah Subhanahu wa Ta’ala di dunia maka di akhirat Allah akan menetepati janjinya. Allah SWT akan membalas amal-amal yang dilakukan manusia dan juga pada saat itu Allah SWT akan masukkan orang-orang yang berhak untuk masuk surga ke dalam surganya, dan orang-orang yang berhak untuk masuk ke dalam neraka, niscaya Allah masukkan ke dalam neraka. Di negeri akhirat ini para penghuni neraka bercita-cita untuk kembali ke dunia supaya mereka bisa melaksanakan ibadah dan amal sholeh. Namun apalah daya, nasi telah jadi bubur, hidup di dunia hanya sekali dan apabila sudah meninggalkan dunia mustahil untuk kembali, waktu untuk beramal kebaikan telah habis.

Penyesalan akan menjadi perkara yang sia-sia ketika kita berada di dalam keadaan di atas, dimana penyesalan tidak hanya milik orang-orang kafir yang tidak mau untuk beriman dan beramal sholeh tetapi juga menjadi milik orang-orang yang beriman dan beramal sholeh yaitu ketika balasan dari amalan perbuatan mereka telah diperlihatkan, mereka berharap alangkah bagusnya kalau seandainya dahulu di dunia mereka mengerjakan amal sholeh lebih giat dan lebih banyak lagi.

Allah SWT dengan mengkhabarkan kepada kita tentang penyesalan orang-orang kafir di akhirat nanti: “(Demikianlah keadaan orang-orang kafir), hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata: ya Allah ya Rabbku: kembalikanlah aku ke dunia”. (QS. al-Mu’minun: 99)

Pada ayat berikutnya Allah SWT menjelaskan alasan kenapa mereka ingin kembali ke dunia: “agar aku bisa beramal Shaleh untuk memperbaiki apa yang telah aku tinggalkan.” (QS. al-Mu’minun: 100)
Bahkan hal ini diperkuat dalam surat yang lain dimana Allah Ta’ala berfirman: “Dan (alangkah ngerinya), jikalau sekiranya kamu melihat ketika orang-orang yang berdosa menengadahkan kepalanya di hadapan Tuhan mereka sambil mengatakan: Wahai Tuhanku, telah kami saksikan azab-Mu dan telah kami dengar azab-Mu, maka kembalikanlah kami ke dunia untuk beramal Sholeh karena sesungguhnya kami benar-benar telah meyakininya.” (QS. as-Sajadah: 12)

Namun semua ungkapan tersebut adalah penyesalan yang tiada gunanya lagi. Karena itu, apabila kita ingin menyesalinya, maka sesalilah dari sekarang selama waktu masih ada, selama kesempatan untuk beramal masih ada, selama umur masih ada dan jangan pernah kita tunda-tunda.

Sesungguhnya zaman itu sama halnya dengan harta, keduanya wajib untuk dijaga secara hati-hati, mulai dari cara kita dalam menggunakannya, menginfaqkannya hingga mengaturnya. Adapun harta mungkin saja kita bisa mengumpulkannya, lalu kita tabungkan bahkan juga bisa kita kembangkan, sementara zaman/masa tidaklah demikian, setiap detik yang telah berlalu tidak akan pernah kembali lagi walaupun kita menginfaqkan seluruh harta untuk menebus waktu yang telah berlalu niscaya hal itu tiada berguna.

Oleh karena itu ketika kita telah mengetahui bahwa zaman itu terbatas, tidak akan bisa untuk dimajukan ataupun dimundurkan, dan menjadi berharga ketika seseorang mempergunakan waktu kepada hal yang baik dan benar, maka wajiblah bagi kita untuk menjaga waktu dan memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya.

Nasehat untuk generasi muda

Wahai para pemuda dan pemudi, “Ingatlah dirimu dan masa depanmu yang masih panjang. Jangan kita menyalahgunakan waktu untuk hal-hal yang kurang bermanfaat. Ingatlah bahwa hidup di dunia hanya satu kali dan tidak akan pernah terulang untuk kedua kalinya. Janganlah terpedaya dengan ajakan untuk menghabiskan waktu kepada hal-hal yang tidak bermanfaat. Sebaik-baik teman adalah teman yang mampu mengajakmu untuk ta’at kepada Allah dan Rasul-Nya.

Tidakkah kalian ingat dengan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
??? ???????? ????????? ??????? ???????? ??????? ???????????? ?????? ??? ????????? ?????? ?????????? ??????? ????? ??????? ??????? ????? ???????????.


Artinya : “Hai orang-orang yang beriman bertaqwalah kepada Allah, dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang akan dia lakukan untuk hari esok, dan bertakwalah kepada Allah sesungguhnya Allah mengetahui apa yang kamu lakukan”. (QS. Al-Hasyar:18)

Jagalah mata kita dari melihat apa-apa yang dilarang oleh Allah, jagalah pendengaran kita dari mendengar hal-hal yang dilarang oleh Allah, dan jagalah seluruh nikmat Allah SWT yang kita dapat dan kita rasakan dengan mensyukurinya. Niscara Allah SWT akan menambah nikmat yang telah diberikan kepada kita.
Hadirin yang dimulyakan Allah..

Demikianlah apa yang bisa kami sampaikan pada kesempatan ini, mudah-mudahan bermanfaat bagi diri kami pribadi khususnya dan bermanfaat bagi hadirin sidang sholat tarawih pada umumnya. Amin

Akhirul kalam,
?????? ????????????? ?? ???????????...


? ?????? ????? ????? ???? ???????

Go to link download